Seminggu sebelum 1 Suro atau tepat pada 11 November 2012  adalah hari yang penuh kemeriahan bagi warga Mojokerto, karena pada hari itu Soekarno centre  melangsungkan kegiatan perayaan hari jadi berdirinya Kerajaan Majapahit yang ke 719. Acara yang diselenggerakan di Pendopo Agung Desa Temon, Kecamatan Trowulan Mojokerto ini berjalan dengan sangat hikmat.

Suasana yang penuh dengan kesakralan pada siang itu, semakin terasa karena raja-raja dari penjuru Nusantara juga hadir merayakan hari jadi Kerajaan Majapahit . Beberapa Raja yang hadir dalam acara ini antara lain, Sukmawati Soekarno Putri dengan gelar nama Abhiseka Ratu Majapahit Nusantara Tungga Dewi Jayawisnuwardani, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III dengan gelar nama Abhiseka Sri Wilatikta Tegehkori Kresna Kepakisan XIX dari Majapahit Bali Raya, serta raja-raja lainnya dari negara India, Pajajaran, termasuk dari Mojokerto Nisa’ yang merupakan wakil bupati dari trah Demak.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka merayakaan hari kelahiran Kerajaan Majapahit ini salah satunya adalah melakukan ritual Mocopatan yang dilakukan pada tanggal 15 November 2012. Mocopatan merupakan tembang atau puisi tradisional Jawa yang dibaca berdasarkan empat suku kata. Tentunya sesuai dengan arti dari Mocopat yaitu Membaca empat-empat. Ritual yang cukup langkah dilakukan pada zaman sekarang ini, tentunya memberi sentuhan suasana yang sedikit berbeda pada acara peringatan hari jadi Kerajaan Majapahit tahun ini.

Kemeriahan acara hari jadi Kerajaan majapahit ke 719 ini semakin manarik untuk di ikuti, karena ada beberapa kegiatan lain yang juga turut memberi nuansa dalam peringatan hari jadi Kerajaan Majapahit tahun ini.  Beberapa acara itu antara lain diadakannya pameran dan kontes kuliner yang diikuti oleh warga Mojokerto, serta beragam kegiatan yang berhubungan erat dengan kebudayaan. Semua kegiatan ini akan berakhir bertepatan dengan Khoul Jumadil Kubro Troloyo.

Sumber gambar: korem082.mil.id